<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5112828583607305301?origin\x3dhttps://citkardia.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


kardias

Photobucket
Photobucket
Photobucket
select











Summer,at last

11 June - 14 June; Bangkok,Thailand.
Departure: 09.25am
Arrive: 11.35am

15 June - 17 June; KL
July 17: Pops birthdayy :D

18 June - 18 July;Jakarta,Indonesia.
Departure: 16.15pm
Arrive:18.20pm

19 July; KL

20 July - 26 July; Perth,Australia.

27 July - 29 July;KL

30 July - 3 August; Redang,Malaysia.

3 August - forever (until further notice); KL.

5 August; School starts. Summers over :(





incureable
Sunday, August 3, 2008

Dia sakit, bukan yang ringan atau sementara.
Orangtuanya menderaikan air mata setiap hari menjenguknya di rumah sakit dengan ventilator terkait di mukanya, selang iv di pergelangan tangannya. Ayahnya pasrah, Ibunya tidak bisa menerima kenyataan. Dia adalah orang yang bisa di banggakan, CEO sebuah perusahaan obat ternama di negaranya. Orang yang datang dari keluarga yang hangat,penyayang, dan berbudi. Anak ke pertama dari 4 bersaudara itu adalah Crowning Jewel keluarga Wiradisastra. Terkadang takdir membawa orang yang tidak bersalah ke pangkuan maut, diambang kematian, ditimang oleh penyakit yang memakan tubuhnya sedikit demi sedikit setiap harinya. Kasian dia..

Sebelumnya dia seorang pemimpi, mendambakan hidup di negara lain, rencana meraih pendidikan lebih tinggi, menjadi seorang arsitek, cita-cita semasa ia masih seorang anak kecil, yang dipeluk erat ibunya. Sekarang dia terkapar, pucat bibirnya dan sayu matanya membuat teman-temannya tidak tega melihat keadaannya yang tidak kunjung membaik. Bunga yang dibawakan shabat karibnya hanya bisa layu, setidaknya memberinya sedetik gembira, setelah itu kembali lagi ke "aku tidak punya masa depan". Penyakitnya hanya senjentik dari penderitaannya. Hatinya juga terluka, dari cinta semu kekasihnya. Sakit dari penyakitnya tidak sebanding dengan sakit dari Cinta. Setiap hari,setiap jam,setiap menit, setiap detiknya kekasihnyalah yang menjadi khayalannya. Suaranya dan setunhanya mungkin bisa meringankan beban batinnya. Namun kekasihnya tidak sekalipun menunjukan parasnya, dengan umurnya di ujung jalan, satu-satunya harapannya adalah untuk mencintai dan dicintai oleh lelaki tanpa hati itu.

Di hidupnya yang sebelumnya bisa dibilang terbentang luas dihadapanya, dia telah merasakan sakit,kecewa,dan pengorbanan. Semua itu semata harga yang harus dia bayar untuk cinta, sesuatu yang indah disebelah mata, berbahaya di lain pandangan. Agaknya cinta sekejapnya itu yang membuat dia masih bertahan, sesaat dia merasa sebagai mahkluk paling bahagia, tapi kebahagiannya bukan dari cinta bergandengan tangan atau kecupan manis dari kekasihnya; Cinta yang dia rasa adalah abadi. Sahabatnya itu berulang kali memohonya untuk melupakan semua itu, sebagian darinya ingin membuang jauh-jauh ingatannya manis dan pahit, sebagian merasa lebih hidup dengan ingatan itu, dan ingin menjaganya hingga akhir waktu. Masa lalu, satu-satunya adalan dia untuk hidup, hidup apa yang berdiri diatas masa lalu? Tapi toh tidak akan ada hidup nyata untuk dia, sewajarnya masa lalu menjadi nafas dan darah dalam dirinya. Kasian dia...

Dengan teknologi yang berkembang, manusia biasa dengan panggilan dokter itu bisa mengesahkan sisa waktu hidup Aisha, ironis. Aisha, nama indah yang berarti hidup.
Sangat bertentangan dengan nasibnya yang sudah ditentukan. Keputusan terakhir keluarganya adalan untuk membawa dia pulang, melakukan hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya, membuat hidupnya bermakna untuk sesaat, di kelilingi orang-orang yang kemungkinan akan berlinang air matanya di saat tubuh lemahnya itu di timbun tanah. Sahabatnya yang dia kenal dari dia belajar cara membaca, yang ramah di panggil krisna itu menuntunya masuk kedalam mobil yang sudah panas menunggu di naiki. Dia di ikuti 3 teman lainnya sampai di tempat itu. Pohon kelapa di tengah padang berpasir putih, deru ombak di bawa angin mengibaskan rambut hitam panjangnya, menghela nafas panjang dia berteriak, mengutuk alam untuk penyakitnya, mengutuk sambil menangis, krishna berlari dan membopong dirinya yang sudah tidak bertenaga, membisikan kalimat yang mengangkat semangatnya 2 centimeter dari nol.."today is about you,us,our friendship that will never end no matter what" sambil tersenyum Aisha menjawab "bisa apa gue tanpa lo na," ada yang berbeda dari cara sahabatnya memandangnya, sebuah kilat di bola matanya. Malam itu mereka merayakan persahabat mereka yang tidak akan pernah berubah, untuk pertama kalinya semenjak dia mengetahui keadaannya, dia bisa melupakan lelaki itu. Pertama kalinya dia merasa hidup dan damai. Sedetik dia mengingat kebahagian di hatinya itu akan segera musnah. Kasian Dia...

Luar biasanya cara dia masih menyayangi lelaki itu, tidak sedikit pun dia membenci. Emosi sahabatnya yang meluap-luap mengetahui perbuatan lelaki itu yang keji, tidak sekalipun cintanya berkurang, dia hanya memberi tanpa diberi,yang dia berikan hanya cinta tulus. Sampai nafas akhirnya sahabatnya ada disampingnya, kata terakhirnya "terima kasih"; sahabatnya menjawab dengan senyum "aku cinta kamu,always have" perih hatinya tersirat dari kata-katanya, kecupan terakhir dari seseorang yang selama ini mencintai dengan tulus mendarat di bibirnya yang berwarna kelabu, keinginan mendalamnya untuk mencintai dan dicintai sudah di berikan yang maha kuasa, sayangnya dia tidak pernah sadar akan adanya. Dibutakan oleh cinta yang tidak terbalas, oleh harta karunnya yang dipuja, melupakan satu harta yang lebih berharga. Sekarang dimanapun dia berada dia akan tersenyum melihat indahnya kasih yang tanpa pamrih sahabatnya, dia pergi dengan dua penyakit tanpa peyembuh, mereka salah, dia pergi dengan dua penyakit, tadinya di anggap 'incureable', namun salah satunya terobati.

xoxo,